Jenis-jenis Vape System di Indonesia (part 2)

Jenis-jenis Vape System di Indonesia (part 2)

Trend vaporizer di Indonesia begitu variatif begitu banyak vape system yang dikeluarkan dan masing-masing memiliki keunggulan dan penggemarnya tersendiri. Nah, ini yang menariknya terkadang para konsumen vape setia dengan perangkat mereka masing-masing. Namun, para konsumen selalu ingin mencoba berbagai varian liquid dari brand-brand liquid. Nah, untuk itu agar Kamu semakin paham mengenai apa saja vape system di Indonesia di artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya.

6. Mechanical Mod

Di artikel sebelumnya Kami sempat membahas vape system dengan jenis cigalike dan vape pen. Dimana pen vape memiliki open system yang bisa mengatur tegangan, tapi banyak dari sebagian penikmat vape kurang puas dengan rasa yang dihasilkan. Oleh karena itu, banyak produsen menciptakan rebuildable atomizer dan mod terpisah. Akhirnya sebagian besar vape pun memilih meninggalkan pen. Untuk jenis mod dan atomizer yang terpisah, merupakan generasi ketiga vape yang sangat banyak digunakan orang Indonesia.

Nah, ada tiga jenis sistem yang digunakan ada RDA (Rebuildable Dripping Atomizer), RTA (Rebuildable Tank Atomizer), dan RDTA (Rebuildable Dripping Tank Atomizer). Tentunya, ketiga jenis ini bisa memiliki kelebihan masing-masing dari segi rasa yang dihasilkan dan jumlah yang dapat ditampung. Oh iya, Kamu juga bisa mengatur lilitan koil sesuai dengan selera.

Vape ini memiliki bentuk yang mirip dengan kebanyakan vape pen. Jadi, sewaktu Kamu ingin membeli rokok elektrik lalu ada saat bingung apakah itu jenis pen atau mechanical mod, kemudian lepas atomizer dan lihat sambungannya. Kemudia mechanical mod menggunakan connector yang bisa dipasangi rebuilddable atomizer merk lain.

Mechanical mod menggunakan sistem listrik yang paling sederhana, mod jenis ini terdapat microprocessor seperti pada jenis-jenis lain (unregulated). Namun, penting sekali untuk diingat bahwa sistem sederhana ini tidak sepenuhnya aman. Semua stelan dari voltase, hambatan, hingga baterainya harus diatur manual. Kalo Kamu pernah mendengar berita tentang vaporizer meledak, banyak sebagian kasusnya merupakan jenis mod ini.

Kebanyakan kasus meledaknya vape ini sebagian besar karena kelalalaian penggunanya, maka dari itu jangan sampai salah memasang dan harus lebih teliti dan tidak dianjurkan untuk para vaporizer pemula.

7. Regulated Mod

Regulated mod sistem kerjanya sama dengan mechanical mod, yang menggunakan rebuidable atomizer. Jika, dibandingkan jenis-jenis vape yang lain mod yang satu ini paling banyak digunakan orang Indonesia. Ini berdasarkan ketersediaan barang dan varian harga yang cukup banyak

Bagiamana cara kerja rokok elektrik regulated mod? Sistem kerja regulated atau electrical mod ada pada voltase dan hambatan yang bisa diatur pengguna tapi masih dalam skala yang ditentukan dari bawaan pabrik. Vape jenis ini memiliki indikator yang menunjukan tegangan, baterai dan juga hambatan listrik.

Sistem mengubah setelannya, Kamu bisa cukup atur lewat tombol yang tersedia. Micro processor di dalammya bisa mengatur sesuai kesukaan dan kebutuhan. Sehingga enggak perlu merasa takut salah pasang komponen lagi. Oh iya, untuk jenis model-model baru biasanya diprogram untuk otomatis mati jika perangkatnya terlalu panas.

8. Pod

Pod ini merupakan sistem terakhir sejauh ini di industrii vape Indonesia. Kalau pada jenis-jenis cape dengan mod dan atomizer terpisah lebih disukai karena rasa yang dihasilkan lebih nikmat. Ada saja kelemahan dari kedua mod generasi ketiga tadi, termasuk bentuknya yang besar. Ditambah sebagai pengguna harus telati dalam engisian ulang dan pemeliharaan atomizer yang sering dilakukan.

Nah, ada beberapa produsen yang meluncurkan produk baru yang bisa dibilang e-cigarette generasi keempat bernama Pod. Bisa dibilang ini yang mendekati rokok elektrik, terdiri dari dua bagian baterai dan pod e-juice. Pada perangkat ini pod berfungsi sebagai atomizer, tank, dan juga mouthpiece.

Pod memiliki bentuk yang jauh lebih kecil jika dibanding dengan vape pen. Selain itu alat ini juga menggunakan closed system, jadi tegangannya tidak bisa diubah seenaknya. Dayanya pun rendah jika dibandingkan dengan mechanical dan regulated mod.

Ada hal-hal yang membedakan pod dengan jenis-jenis vape closed system lainnya ada alah cairan yang digunakan. E-juice untuk pod berbeda dengan e-juice pada umumnya, terasa lebih kental dan terkonsentrasi. Rasanya akan tetap kuat, di kondisi panas dengan suhu yang rendah. Kalu isi Podnya habis, umumnya dibuang dan diganti (disposable). Namun, beberapa produksen juga menyediakan Pod yang refillable.

Sebelum Kamu memutuskan untuk membeli Pod, biasanya menemukan tombol aktivasi yang juga memiliki sensor yang otomatis menyala sewaktu Kamu menyedotnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.